Transformasi Organisasi dan Penguatan Ekosistem, Federasi Nasional Pordasi Berkuda Memanah Siap Antarkan Indonesia Menjadi Kekuatan Baru Horseback Archery Dunia.

Pada hari Selasa, 24 Februari 2026, Pengurus Pusat Federasi Nasional Pordasi Berkuda Memanah (FN-PBM) yang diwakili oleh Ketua Harian Mayjen TNI (Purn) Agape Zacharia dan Sekretaris Jenderal Luthfi Zubir melaksanakan audiensi dengan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Bapak Letjen (Purn) Marchiano Norman, di Jakarta.

Audiensi ini juga dilakukan bersama sama dengan Federasi Nasional Berkuda lainnya hasil Transformasi Pordasi November 2024, seperti FN Pordasi Pacu, FN Pordasi Equstrian dan FN Pordasi Polo.

Audiensi ini membahas perkembangan dan kemajuan organisasi pasca transformasi organisasi Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) menjadi empat cabang olahraga, salah satunya PORDASI Berkuda Memanah. Transformasi organisasi Federasi Nasional Pordasi Berkuda Memanah khususnya saat ini pada tingkat Daerah/Provinsi telah melakukan transfomasi kelembagaan/organisasi di Provinsi mencapai 14 Pengprov yang resmi terbentuk, serta 2 Pengprov lainnya yang sedang dalam proses transformasi organisasi dan penguatan kelembagaan.

Dalam kesempatan tersebut, FN-PBM menyampaikan bahwa organisasi saat ini tengah menjalankan program Continuous Improvement dalam sistem pelatihan pelatih yang disesuaikan dengan perkembangan global saat ini dari proses pendidikan dan sertifikasi kepelatihan olahraga di dunia. Komitmen ini merupakan bagian dari budaya organisasi Federasi Nasional Pordasi Berkuda Memanah yang secara konsisten melakukan perbaikan berkesinambungan guna meningkatkan kualitas manusia dan kualitas keorganisasian Federasi, diantaranya pelatih dan standar pembinaan nasional.

Pordasi Berkuda Memanah juga menyampaikan rencana pembangunan ekosistem olahraga berkuda memanah di Indonesia secara lebih terstruktur dan berbasis teknologi, termasuk penguatan sistem data atlet, pelatih, kompetisi, serta tata kelola organisasi modern yang terintegrasi.

Continuous improvement juga diterapkan dalam manajemen pertandingan, dimana perkembangan berkelanjutan tersebut akan langsung di aplikasikan dalam Agenda strategis Nasional tahun 2026 meliputi:

Liga Santri Indonesia (3 Seri) sebagai bagian dari pembinaan dan pencarian talenta muda berbasis pesantren.

Kejuaraan Nasional Berkuda Memanah sebagai dasar perhitungan kualifikasi menuju PON XXII NTB-NTT.

ASEAN Horseback Archery Championship adalah untuk memperkuat posisi Indonesia di tingkat Asia Tenggara.

Program Strategis lainnya, yaitu National Leadership & Consolidation Summit merupakan suatu forum konsolidasi nasional yang memiliki peran sangat strategis dalam penguatan kepemimpinan dan tata kelola organisasi Federasi Nasional Berkuda Memanah dalam menuju organisai yang berskala Internasional.

Dalam audiensi tersebut, Ketua Umum KONI Pusat, Letjen (Purn) Marchiano Norman, memberikan arahan strategis agar Federasi Nasional Pordasi Berkuda Memanah di tingkat provinsi terus membangun dan meningkatkan hubungan kelembagaan dengan KONI Daerah.

Beliau menegaskan pentingnya keselarasan arah pembinaan olahraga nasional. Dalam pernyataannya, Letjen (Purn) Marchiano Norman menyampaikan: “Transformasi organisasi merupakan langkah maju yang sangat strategis. Kami berharap Federasi Nasional Pordasi Berkuda Memanah terus memperkuat struktur organisasi hingga ke daerah, serta membangun komunikasi dan koordinasi yang solid dengan KONI Daerah. Sinergi antara pusat dan daerah menjadi kunci dalam menciptakan pembinaan olahraga yang terintegrasi, profesional, dan berkelanjutan.” Sementara itu, Ketua Harian federasi Nasional Pordasi Berkuda Memanah, Agape Zacharia, menegaskan komitmen organisasi dalam menjalankan arahan tersebut: “Kami berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan kelembagaan Federasi Nasional Pordasi Berkuda Memanah di seluruh provinsi agar sejalan dengan kebijakan KONI Pusat.

Transformasi organisasi, peningkatan kualitas pelatih, penguatan ekosistem, serta pengelolaan kompetisi yang profesional akan terus kami lakukan secara berkelanjutan.” Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal federasi Nasional Pordasi Berkuda Memanah, Luthfi Zubir, menambahkan:
“Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Federasi Nasional Pordasi Berkuda Memanah dalam memperkuat pembinaan dan prestasi, serta penguatan kemampuan kepemimpinan dari setiap level kepengurusan baik di pusat maupun di dearah. Agenda nasional dan internasional yang kami rancang merupakan bagian dari strategi jangka panjang menuju prestasi Indonesia di tingkat dunia.”

Federasi Nasional Pordasi Berkuda Memanah menyampaikan apresiasi atas dukungan, arahan, dan kepercayaan dari KONI Pusat dalam proses transformasi dan penguatan organisasi. Diharapkan melalui sinergi yang kuat antara Federasi Nasional Pordasi Berkuda Memanah dan KONI di seluruh tingkatan, olahraga berkuda memanah Indonesia dapat berkembang semakin profesional, terstruktur, dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. (lsz)

Scroll to Top