Indonesian Horseback Archery Federation (IHAF) dan Némethy Horseback Archery Sport Association Tandatangani MoU, Perkuat Langkah Menuju PON XXII 2028 dan Visi Internasional Horseback Archery Indonesia

Budapest, 10 Agustus 2026 — Indonesian Horseback Archery Federation (IHAF) dan Némethy Horseback Archery Sport Association resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai langkah strategis untuk memperkuat kerja sama internasional sekaligus mendukung pengembangan prestasi horseback archery Indonesia menuju tingkat nasional dan internasional.

Penandatanganan MoU dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026, di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Budapest, Hungaria, oleh Triwatty Marciano, selaku Ketua Umum Indonesian Horseback Archery Federation (IHAF), bersama Christoph Arpad Nemethy, selaku President of Némethy Horseback Archery Sport Association.

Prosesi tersebut turut disaksikan oleh Yang Mulia Penny Dewi Herasati, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Hungaria, serta para undangan dan perwakilan kedua organisasi.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan delegasi IHAF dengan Némethy dalam rangkaian kegiatan IHAA Forum 2026 di Pomáz, Hungaria, pada Maret 2026. Pertemuan tersebut membuka jalan bagi terbentuknya kerja sama yang lebih terstruktur dalam pengembangan horseback archery melalui pertukaran pengalaman, peningkatan kompetensi, serta pengembangan atlet dan pelatih.

Bagian dari Road to PON XXII 2028 dan Visi Menuju Brisbane 2032

Penandatanganan MoU ini tidak hanya menjadi bentuk kerja sama antara dua organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari langkah strategis IHAF dalam membangun fondasi pengembangan prestasi horseback archery Indonesia secara berjenjang.

Dalam jangka nasional, kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat Road to PON XXII 2028, melalui peningkatan kualitas atlet dan pelatih, penguatan sistem kepelatihan, peningkatan standar kompetisi, serta pembangunan ekosistem horseback archery yang semakin terstruktur di berbagai daerah di Indonesia.

Lebih jauh, IHAF membawa visi jangka panjang untuk mendorong horseback archery Indonesia semakin aktif dalam perkembangan olahraga ini di tingkat internasional. Salah satu aspirasi yang ingin diperjuangkan adalah membuka jalan menuju kesempatan bagi horseback archery untuk memperoleh ruang sebagai exhibition atau showcase sport dalam momentum Olimpiade Brisbane 2032 di Australia.

Visi tersebut membutuhkan proses dan perjalanan panjang. Oleh karena itu, penguatan standar teknis, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan jejaring internasional, serta kerja sama dengan organisasi horseback archery dari berbagai negara menjadi bagian penting dari langkah yang perlu dibangun sejak saat ini.

Kemitraan dengan Némethy Horseback Archery Sport Association diharapkan menjadi salah satu bagian dari perjalanan tersebut, dengan memanfaatkan pengalaman Hungaria sebagai salah satu negara yang memiliki tradisi dan kompetensi kuat dalam horseback archery.

Sport Diplomacy: Membuka Ruang Baru Hubungan Indonesia–Hungaria

Bagi IHAF, kerja sama dengan Némethy Horseback Archery Sport Association juga memiliki dimensi yang lebih luas, yaitu sebagai bagian dari pengembangan sport diplomacy antara Indonesia dan Hungaria.

Horseback archery memiliki karakter yang unik karena tidak hanya merupakan cabang olahraga, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan sejarah, tradisi, budaya, serta hubungan manusia dengan kuda. Karakter tersebut memberikan ruang yang kuat bagi olahraga untuk menjadi medium pertukaran budaya dan membangun hubungan antarmasyarakat.

Melalui kerja sama ini, IHAF melihat adanya peluang untuk menjadikan horseback archery sebagai salah satu jembatan yang mempertemukan komunitas olahraga, atlet, pelatih, praktisi, dan masyarakat Indonesia dan Hungaria.

Sport diplomacy yang dibangun melalui horseback archery diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kompetisi dan pelatihan, tetapi berkembang melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, budaya, serta nilai-nilai yang terkandung dalam olahraga tersebut.

Dalam konteks ini, hubungan yang terbangun antara IHAF dan Némethy diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi kedua organisasi untuk saling mengenal, belajar, dan berkembang bersama, sekaligus memperkuat hubungan people-to-people antara Indonesia dan Hungaria.

IHAF memandang bahwa kekuatan diplomasi olahraga terletak pada kemampuannya membangun hubungan yang lebih dekat dan berkelanjutan melalui interaksi langsung. Atlet dan pelatih dapat menjadi bagian dari proses diplomasi tersebut dengan membawa semangat persahabatan, sportivitas, dan saling menghargai ke dalam setiap kegiatan bersama.

Terinspirasi dari Perkembangan Indonesian Equestrian Archery

Dalam membangun visi pengembangan horseback archery Indonesia, IHAF juga melihat dan terinspirasi dari berbagai inisiatif serta perkembangan Indonesian Equestrian Archery (IEA) yang telah menunjukkan bagaimana equestrian archery Indonesia dapat berkembang melalui pembinaan, kompetisi, jejaring, dan partisipasi dalam komunitas internasional.

Dalam konteks tersebut, IHAF juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi dan inisiatif Bapak Sunaryo dalam mendorong perkembangan equestrian archery di Indonesia. Berbagai pengalaman, gagasan, serta upaya yang telah dibangun menjadi salah satu referensi dan inspirasi bagi pengembangan ekosistem horseback archery yang lebih terstruktur dan berkelanjutan di Indonesia.

Perkembangan tersebut menjadi salah satu inspirasi bagi IHAF untuk terus membangun ekosistem horseback archery Indonesia yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan memiliki koneksi yang semakin luas dengan komunitas internasional.

Bagi IHAF, pengalaman dan perkembangan yang telah dibangun oleh IEA, termasuk kontribusi para pelaku dan penggerak di dalamnya, menunjukkan bahwa potensi equestrian archery Indonesia memiliki ruang yang besar untuk terus dikembangkan, baik dari sisi atlet, pelatih, kompetisi, maupun hubungan internasional.

Inspirasi tersebut kemudian menjadi bagian dari semangat IHAF untuk memperkuat jejaring internasional melalui kerja sama dengan berbagai organisasi di luar negeri, termasuk melalui kemitraan dengan Némethy Horseback Archery Sport Association di Hungaria.

Dengan membangun kolaborasi, bertukar pengalaman, serta membuka lebih banyak ruang bagi atlet dan pelatih Indonesia untuk berinteraksi dengan komunitas internasional, IHAF berharap perkembangan horseback archery Indonesia dapat semakin kompetitif sekaligus tetap berakar pada karakter dan kekayaan budaya Indonesia.

Tiga Pilar Kerja Sama

Melalui MoU ini, IHAF dan Némethy akan mengembangkan kolaborasi berdasarkan tiga pilar utama, yaitu Knowledge Exchange, Athlete Development, dan Cultural Synergy.

Ketiga pilar tersebut diarahkan pada pertukaran pengetahuan dan metodologi pelatihan, peningkatan kapasitas atlet dan pelatih, serta penguatan hubungan Indonesia–Hungaria melalui horseback archery sebagai bagian dari olahraga sekaligus warisan budaya kedua negara.

Ketua Umum IHAF, Triwatty Marciano, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan salah satu langkah penting dalam menghubungkan perkembangan horseback archery Indonesia dengan pengalaman dan standar internasional.

“Horseback archery bukan hanya sebuah olahraga, tetapi juga merupakan warisan hidup yang menghubungkan kita dengan sejarah, menuntut kedisiplinan, serta membangun ikatan yang kuat antara manusia dan kuda. Melalui kerja sama ini, kami ingin menjembatani semangat dan perkembangan horseback archery di Indonesia dengan pengalaman serta keunggulan internasional.”

Menurut Triwatty Marciano, pembangunan prestasi membutuhkan pembinaan atlet yang konsisten, peningkatan kualitas pelatih, kompetisi yang berjenjang, serta jejaring internasional yang kuat agar atlet-atlet Indonesia memiliki kesiapan untuk bersaing pada level yang semakin tinggi.

Kerja sama dengan Némethy diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat proses tersebut, sekaligus mendukung perjalanan horseback archery Indonesia dalam Road to PON XXII 2028 dan membangun fondasi bagi visi yang lebih besar di tingkat internasional.

Horseback Archery sebagai Jembatan Diplomasi Indonesia–Hungaria

Dalam sambutannya, Yang Mulia Penny Dewi Herasati menekankan bahwa kerja sama IHAF dan Némethy memiliki makna yang melampaui pengembangan prestasi olahraga.

Horseback archery memiliki akar sejarah dan budaya yang kuat baik di Indonesia maupun Hungaria. Kesamaan tersebut memberikan ruang bagi olahraga untuk menjadi sarana mempertemukan masyarakat kedua negara sekaligus menjaga warisan tradisi dalam konteks modern.

Yang Mulia Penny Dewi Herasati menyampaikan bahwa diplomasi tidak hanya berlangsung melalui pertemuan formal antarpemerintah, tetapi juga dapat tumbuh melalui interaksi langsung antara masyarakat, termasuk di lapangan olahraga, tempat latihan, serta melalui hubungan yang terbangun antara atlet dan pelatih.

Kerja sama ini dengan demikian menjadi bagian dari sports diplomacy, yang dapat mempererat hubungan Indonesia dan Hungaria melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, budaya, serta persahabatan antarmasyarakat.

KBRI Budapest juga menegaskan komitmennya untuk menjadi jembatan dalam mendukung berbagai program dan pertukaran yang dapat semakin memperkuat hubungan kedua negara melalui olahraga.

IHAF menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yang Mulia Penny Dewi Herasati beserta seluruh jajaran KBRI Budapest atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan sehingga penandatanganan MoU dapat terlaksana dengan baik.

Dari Penandatanganan Menuju Implementasi

Penandatanganan MoU menjadi titik awal dari rangkaian kerja sama yang akan dikembangkan secara bertahap. IHAF dan Némethy selanjutnya akan menjajaki implementasi berbagai program, mulai dari pengembangan atlet dan pelatih, pertukaran pengetahuan dan metodologi pelatihan, peningkatan kompetensi teknis, hingga kegiatan olahraga bersama.

Sebagai bagian dari tindak lanjut awal atas penandatanganan MoU ini, IHAF mengundang Christoph Arpad Nemethy, selaku President of Némethy Horseback Archery Sport Association, untuk hadir di Indonesia pada November 2026.

Kunjungan tersebut direncanakan bertepatan dengan Grand Launching Nawasena Academy, sekaligus menjadi momentum untuk menyelenggarakan Horseback Archery Clinic yang melibatkan atlet, pelatih, dan komunitas horseback archery di Indonesia.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk menerjemahkan komitmen dalam MoU ke dalam program yang konkret dan berkelanjutan. Melalui clinic tersebut, atlet dan pelatih Indonesia akan memperoleh kesempatan untuk belajar dan bertukar pengalaman secara langsung dengan praktisi horseback archery dari Hungaria, khususnya dalam aspek teknik, metodologi latihan, pengembangan kemampuan atlet, serta peningkatan standar kepelatihan.

Kehadiran Christoph di Indonesia juga diharapkan dapat memperkuat hubungan yang telah dibangun antara IHAF dan Némethy Horseback Archery Sport Association, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan Nawasena Academy dan komunitas horseback archery lainnya di Indonesia.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah awal dalam perjalanan kerja sama IHAF dan Némethy, dengan harapan dapat berkembang menjadi berbagai program pertukaran, pelatihan, kompetisi, dan pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Melalui kerja sama internasional ini, IHAF menegaskan komitmennya untuk membangun sistem pembinaan horseback archery Indonesia yang semakin kuat dan berkelanjutan — dari pengembangan atlet di daerah, Road to PON XXII 2028, hingga membangun jejaring dan kesiapan internasional menuju visi jangka panjang Brisbane 2032.

Scroll to Top