Tiga Federasi Nasional Berkuda Gelar Pelantikan Bersama Pengprov Aceh, KONI Pusat Dorong Aceh Jadi Pusat Baru Olahraga Berkuda, Memanah dan Pacu.

Banda Aceh, 6 Oktober 2026

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menghadiri acara pengukuhan dan pelantikan bersama tiga Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Nasional (FN) PORDASI di Aceh, yaitu FN PORDASI Pacu, FN PORDASI Equestrian, dan FN PORDASI Berkuda Memanah untuk masa bakti 2026–2030.

Pelantikan berlangsung khidmat di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Provinsi Aceh, Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Senin (6/10/2026). Acara dihadiri Wakil Ketua Umum II KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Soedarmo yang hadir mewakili Ketua Umum KONI Pusat, Ketua Umum KONI Provinsi Aceh Taufik, ST, M.Si. (Plt. Sekda Aceh), Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh T. Banta Nuzullah, S.Pd., Ketua Presidium Konfederasi Nasional PORDASI sekaligus Ketua Umum FN PORDASI Berkuda Memanah Triwatty Marciano, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Aceh dan Forkopimda Aceh.

Tiga Ketua FN PORDASI Aceh Resmi Dilantik Tiga ketua Pengprov FN PORDASI yang dilantik untuk masa bakti 2026–2030 adalah:

• Rahmuddinsyah, S.Sos., sebagai Ketua Pengprov FN PORDASI Pacu Aceh, dilantik oleh Sekretaris Umum FN PORDASI Pacu Pusat Ir. MT. Prasetyo Oedjiantono, MSCE.

• Vira Wiara, ST., sebagai Ketua Pengprov FN PORDASI Equestrian Aceh, dilantik oleh Ketua Umum FN PORDASI Equestrian D. Larasati, SH.

• dr. Andika Putra SA, Sp.PD, FINASM, sebagai Ketua Pengprov FN PORDASI Berkuda Memanah Aceh, dilantik oleh Ketua Umum FN PORDASI Berkuda Memanah Pusat Triwatty Marciano.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Aceh dan Mars Patriot, pembacaan Surat Keputusan (SK), pengucapan Janji Prasetya, penyerahan bendera pataka, penandatanganan berita acara pelantikan, serta penyematan PIN secara simbolis.

Sambutan KONI Pusat: Aceh Punya Modal Lengkap

Dalam sambutan Ketua Umum KONI Pusat yang dibacakan oleh Wakil Ketua Umum II KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Soedarmo, KONI Pusat menyampaikan ucapan selamat sekaligus menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi momentum awal pembinaan olahraga berkuda di Aceh. “Tugas utama organisasi ini adalah mengantar atlet meraih prestasi, mulai dari sosialisasi, membina, hingga menjaring dan menyaring atlet terbaik melalui kompetisi. Upaya ini sejalan dengan semangat transformasi organisasi PORDASI yang mendorong otonomi pembinaan olahraga guna prestasi yang lebih baik,” ujar Soedarmo.

KONI Pusat juga menyoroti prestasi internasional terbaru. Empat atlet berkuda memanah Indonesia baru saja menjadi Juara Umum pada ajang International Horseback Archery Alliance (IHAA) Asian Greater Championship 2026 di Moskow, Rusia.

KONI menilai Aceh memiliki modal yang lengkap untuk berkembang menjadi salah satu pusat baru olahraga berkuda di Indonesia.

“Aceh adalah provinsi yang sangat identik dengan Islam dan berkuda memanah adalah olahraga yang merupakan sunnah Rasulullah SAW. Aceh juga memiliki venue berkuda pacu legacy PON XXI Aceh-Sumut 2024. KONI mendukung pemanfaatan venue tersebut untuk pembinaan. Lebih dari itu, pengembangan ini dapat mendorong sport industry dan sports tourism yang berdampak positif bagi perekonomian masyarakat Aceh,” tegasnya.

KONI Pusat mengimbau agar Pengprov yang baru memulai masa baktinya dengan membangun tata kelola organisasi yang baik, memperkuat sinergitas dengan Pengkab/Pengkot dan klub, serta fokus pada pembangunan pelatih, wasit/juri, publikasi, dan kompetisi.

“Bicara olahraga, kita merah putih. Olahraga pemersatu bangsa. Singkirkan ego sektoral demi Indonesia,” tutup sambutan.

Komitmen Ketua Terlantik

Dalam sambutan perdananya, ketiga ketua terlantik menyampaikan komitmen untuk mengembangkan olahraga berkuda di Aceh.

Rahmuddinsyah, S.Sos. (FN PORDASI Pacu) berkomitmen menghidupkan kembali kejayaan pacuan kuda Aceh dan memanfaatkan venue pacuan untuk pembibitan kuda serta pengembangan joki lokal.

Vira Wiara, ST. (FN PORDASI Equestrian) menargetkan pembinaan atlet usia dini serta peningkatan kualitas pelatih dan kuda latih sebagai bagian dari persiapan menghadapi PON dan Kejurnas.

Sementara itu, dr. Andika Putra SA, Sp.PD, FINASM (FN PORDASI Berkuda Memanah) menyampaikan bahwa pelantikan tersebut menjadi momentum bersejarah untuk membangkitkan dan memajukan olahraga berkuda memanah di Aceh.

“Hari ini merupakan momentum yang sangat bersejarah dan membanggakan bagi kita semua di Tanah Rencong. Amanah yang diletakkan di pundak kita bukan sekadar jabatan struktural, melainkan tanggung jawab besar untuk membangkitkan dan memajukan olahraga berkuda memanah di Aceh.”

Menurutnya, berkuda dan memanah bukanlah hal yang asing bagi masyarakat Aceh karena keduanya memiliki akar kuat dalam sejarah dan budaya masyarakat.

“Bagi masyarakat Aceh, berkuda dan memanah bukanlah hal yang asing. Keduanya berakar kuat dalam sejarah perjuangan nenek moyang kita dan sekaligus merupakan olahraga yang memiliki nilai sunnah. Tugas kita adalah mengemas warisan nilai tersebut menjadi cabang olahraga prestasi yang modern, profesional, dan berdaya saing tinggi.”

Sebagai langkah awal, ia mengajak seluruh pengurus untuk fokus pada tiga pilar utama:

1. Konsolidasi dan Tata Kelola Organisasi Membangun kepengurusan yang solid, transparan, dan akuntabel di seluruh tingkatan kabupaten/kota.

2. Pembinaan Atlet Usia Dini Menyediakan kurikulum pelatihan terstandar demi melahirkan bibit atlet panahan berkuda yang berkarakter, tangguh, dan berdisiplin tinggi.

3. Penyelenggaraan Kompetisi Berkala Memperbanyak ruang tanding dan sarana latihan yang aman agar Aceh mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.

“Pelantikan ini adalah garis awal dari perjalanan panjang. Saya percaya, dengan kekompakan pengurus, dukungan pecinta olahraga berkuda memanah, pemilik stable, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga di Aceh, cabor ini akan tumbuh pesat dan mengharumkan nama daerah.”

Sambutan PP FN PORDASI Pacu, Equestrian dan Berkuda Memanah

Sambutan Ketua Umum PP FN PORDASI Pacu, Equestrian dan Berkuda Memanah yang dibacakan oleh Sekretaris Umum FN PORDASI Pacu menegaskan bahwa tugas berat telah menunggu para pengurus baru.

“Selamat bekerja untuk memajukan prestasi atlet-atlet daerah serta kuda-kuda daerah Aceh. Tugas berat sudah menunggu dan saya mengharap seluruh pengurus terpilih segera tancap gas poll untuk mengejar persiapan menuju PON XXII/2028 NTT-NTB, di mana cabor Berkuda Pacuan, Berkuda Memanah dan Equestrian akan dipertandingkan di NTT, NTB dan Jakarta pada September 2028.”

“Dua tahun bukan waktu yang panjang. Kita sudah menyelesaikan Kejurnas Pacuan dan Berkuda Memanah di tahun 2026 dan yang akan datang Kejurnas Equestrian. Untuk itu seleksi PON, Pra Kualifikasi dan Babak Kualifikasi PON menjadi prioritas tertinggi,” ujarnya.

PORDASI sebagai organisasi yang menaungi olahraga berkuda di Indonesia sejak 6 Juni 1966 telah konsisten melakukan pembinaan. Untuk lebih fokus dalam pembinaan prestasi, pada tahun 2024 PORDASI resmi melakukan transformasi organisasi dengan pemekaran menjadi empat Federasi Nasional, yaitu FN PORDASI Pacu, FN PORDASI Berkuda Memanah, FN PORDASI Equestrian, dan FN PORDASI Polo.

Transformasi tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat pembinaan masing-masing disiplin olahraga berkuda, sekaligus memberikan ruang yang lebih besar bagi pengembangan atlet, pelatih, wasit/juri, kompetisi, serta prestasi olahraga berkuda Indonesia.

Dengan dilantiknya tiga Pengprov FN PORDASI di Aceh, pembinaan olahraga berkuda di daerah tersebut diharapkan semakin terarah dan berkelanjutan. Dukungan terhadap pemanfaatan venue peninggalan PON XXI Aceh-Sumut 2024 juga menjadi modal penting untuk memperkuat ekosistem olahraga berkuda sekaligus membuka peluang pengembangan sport industry dan sports tourism di Aceh.

Acara ditutup dengan sambutan Ketua Umum KONI Aceh, sambutan Gubernur Aceh, penyerahan cinderamata, dan menyanyikan Lagu Mars PORDASI.

Scroll to Top