
Tigaraksa, Banten – 30 Juni 2026 – Dalam upaya meningkatkan kualitas, kompetensi, dan standarisasi juri, Federasi Nasional Pordasi Berkuda Memanah Pusat atau Indonesia Horseback Archery Federation (IHAF) sukses menyelenggarakan IHAA Rule & Regulation Training dan IHAA Official Judge Course.
Pelatihan berstandar International Horseback Archery Alliance (IHAA) ini berlangsung selama 2 hari pada:
📅 29 – 30 Juni 2026
📍 APM Equestrian Center, Tigaraksa, Banten
Pelatihan diikuti oleh 23 peserta yang merupakan perwakilan dari 13 Pengurus Provinsi se-Indonesia. Selama pelatihan, para peserta dibekali materi lengkap mengenai Tower Track, Raid Track, dan Hunt Track, serta praktik langsung penilaian sesuai standar IHAA.

Kegiatan ini menghadirkan 3 orang pemateri bersertifikasi IHAA, yaitu:
1. Gustiana Ranu Hidayat – Indonesian – IHAA Level 2 Judge
2. Mr. Ali Fawad Chaudhary – Pakistan – IHAA Level 1 Judge
3. Azwariansyah – Indonesia – IHAA Level 1 Judge
Apresiasi dari Tokoh Berkuda Memanah Indonesia
Kehadiran dan dukungan dari para tokoh menjadi semangat tersendiri bagi keberlangsungan pelatihan ini. Salah satunya Sunaryo Adhiatmoko, Pendiri dan Penasehat IEA (Indonesia Equestrian Archery), tokoh utama di balik perkembangan olahraga berkuda memanah di Indonesia, menyampaikan apresiasinya:
“Kita berterima kasih ke Indonesia Horseback Archery Federation (IHAF) karena sudah berjuang memasukkan olahraga Panah Berkuda sebagai cabor resmi di KONI. Itu prestasi yang baik buat para atlet berkuda memanah di Indonesia.”
“Kita berharap banyak kompetisi di Indonesia, tapi kompetisi yang juga mengakomodir rules internasional. Sehingga para atlet muda itu, selain dia berprestasi di nasional, dia juga berprestasi di internasional.”
“Di dalam berkuda memanah itu luas sekali. Dan untuk menjadi champion, maka musuh pertama yang harus ditaklukkan adalah diri sendiri.”
Langkah Strategis Menuju PON NTB 2028

Ketua Umum Indonesia Horseback Archery Federation (IHAF), Ibu Triwatty Marciano, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis federasi.
“Pelatihan ini merupakan langkah strategis kami dalam rangka menunjang para ofisial daerah dalam pelaksanaan Porprov untuk ikut serta dalam Kejurnas IHAF 2026, BK PON 2027 dan PON NTB 2028 di NTB.”
“Dimana kelas-kelas IHAA dan IHAF akan dipertandingkan dalam kejuaraan tersebut. Kami memastikan seluruh perangkat pertandingan Horseback Archery di Indonesia memiliki pemahaman dan sertifikasi yang sesuai dengan regulasi IHAA. Kami berharap seluruh Pengprov dapat aktif berpartisipasi dalam setiap pelatihan Judge yang diselenggarakan Federasi Nasional, guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan standarisasi penyelenggaraan pertandingan yang profesional,” ujar Ibu Triwatty.
Dengan adanya pelatihan ini, FN PBM Pusat menargetkan semakin banyaknya Judge bersertifikasi IHAA di setiap daerah. Hal ini diharapkan dapat menunjang pelaksanaan kompetisi Horseback Archery yang lebih kredibel, adil, dan berstandar internasional di Indonesia.